Posted by : Unknown Thursday, May 2, 2013

PALOPO --- Dalam rangka hari buruh sedunia atau May Day, ratusan mahasiswa yang menamakan dirinya Gerakan Indonesia Menggugat (Gema) melakukan aksi besar-besaran di gedung DPRD Kota Palopo. Ratusan mahasiswa gabungan dari BEM Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP), BEM STIE Muhammadiyah Palopo, BEM STISIP Veteran, BEM STIH, IMWAL, PRP, GMKI, HAM-Lutim, LMND, PMII, Gerhana Sawerigading, HAM Bastem, KAMMI, HMI, SRMD, dan KBMP itu memulai aksi mereka di lapangan Gaspa Palopo. 




Massa kemudian bergerak jalan kaki yang berjarak sekira 1 kilometer menuju gedung DPRD Kota Palopo untuk menyuarakan aspirasi mereka. Sambil membentangkan spanduk yang bertuliskan menolak kenaikan tarif BBM dan TDL, serta menolak outsourcing, mereka berjalan dan berorasi sepanjang jalan. Aksi yang berujung damai itu, dikawal ketat ratusan aparat kepolisian.

Sesampai di gedung DPRD, ratusan mahasiswa tersebut langsung bergantian berorasi untuk menyampaikan tuntutan mereka.

Dalam pernyataan sikapnya, mereka menyatakan menolak kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dan rencana kenaikan harga BBM, dan menuntut agar pemerintah mewujudkan TDL dan BBM murah untuk rakyat.
Selain itu, mereka juga menyatakan menolak kerja kontrak atau outsourcing dan PHK bagi buruh dan menuntut agar mewujudkan kepastian kerja. Kemudian mereka juga dengan tegas menyatakan menolak pemberlakuan upah murah, dan menuntut agar diwujudkan upah yang layak untuk semua. Mereka juga menuntut segala bentuk privatisasi dan menyerukan nasionalisasi aset-aset perusahaan asing demi ketahanan dan kemandirian bangsa.

"Kepemimpinan SBY-Boediono saat ini gagal mensejahterahkan rakyat. Kondisi bangsa yang berada di ujung nadir kehancuran tidak boleh dibiarkan. Oleh karenanya, pada momen hari buru internasional ini, kami dari beberapa elemen masyarakat Palopo menuntut agar kesejahteraan buruh diperhatikan. Dan lebih-lebih, kami menolak tegas kenaikan BBM dan TDL yang semakin mencekik leher masyarakat Indonesia," tandas Jenderal Lapangan, Awaluddin saat orasi menyampaikan tuntutannya.

Beberapa saat diberi kesempatan menyampaikan aspirasinya, beberapa perwakilan mahasiswa dipersilakan berdialog dengan DPRD Kota Palopo. Mereka diterima langsung Wakil Ketua I DPRD Kota Palopo, Alimuddin Nur, dan Komisi I DPRD Kota Palopo, Andi Falsafah, Alfri Jamil, Elisabeth Seru, dan Asli Kaspen, di ruang musyawarah DPRD Kota Palopo.

Wakil Ketua I DPRD Kota Palopo, Alimuddin Nur mengatakan, pihaknya akan segera menyatakan sikap untuk menolak kenaikan BBM dan TDL dan kemudian akan dikirim ke pusat. "Hari ini juga, kami akan kirim rekomendasi ke pusat, sebagai pernyataan menolak kenaikan BBM dan TDL serta privatisasi kepada pusat. Kami ini sebagai penyambung aspirasi, maka hari ini juga, kalau perlu ditongkrongin, kami akan kirimkan pernyataan sikap ke pusat," tegasnya, saat menerima demonstran.

Mengenai outsourcing dan upah, lanjutnya, DPRD akan menggodok perda untuk mengatur itu sebagai kebutuhan lokal di sini. "Mengenai masalah buruh dan upah, kami akan segera menggodok perda sebagai kebutuhan lokal kita di sini. Supaya ke depannya, kita bisa lebih baik lagi," ujar Alimuddin. (rp3/uce)


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Kata Alimuddin Nur

Jadwal Shalat

jadwal-sholat

Ikuti di Twitter

Suka di Facebook

Terlaris

- Copyright © 2013 Ir. Alimuddin Nur | Calon Walikota Palopo - Di Dukung Oleh Vote Indonesia -