Posted by : Unknown Tuesday, November 10, 2009

TEMPO Interaktif, Makassar - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Palopo mengusulkan ke Pemerintah Kota Palopo untuk merelokasi warga yang berada di lokasi bencana longsor di lingkungan To`jambu, Kelurahan Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo. Menurut Dewan, kondisi wilayah berupa gunung terjal dinilai tak aman untuk pemukiman karena bisa memicu longsor susulan.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Palopo Alimuddin Nur mengatakan pihaknya telah menemukan lahan yang aman dari longsor sekitar 10 kilometer dari lokasi bencana. Lahan yang berjumlah puluhan hektare tersebut dinilai cocok bagi warga To`jambu yang didominasi petani.

"Kami akan meminta pemerintah mengecek status lahan," kata Alimuddin ditemui usai kunjungan kerja tentang tata tertib dewan di Gedung Dewan Makassar, Selasa (10/11).

Informasi yang dihimpun Tempo di Pemerintah Kota Palopo, titik rawan longsor terdapat di lingkungan Bamballu hingga lingkungan Puncak Kelurahan Battang Barat. Warga yang bermukim wilayah jalan trans Palopo-Tana Toraja itu sebanyak 46 kepala keluarga dengan jumlah sekitar 300 jiwa.

Menurut Alimuddin, relokasi warga pasti membutuhkan anggaran yang cukup besar. Pemerintah harus menggelontorkan anggaran demi menyelamatkan nyawa warga. Namun, Alimuddin mengaku tidak tahu jumlah pasti anggaran yang dibutuhkan.

Alimuddin menegaskan relokasi warga harus disosialisasikan dengan baik, jangan sampai warga kembali lagi ketempat semula. "Pemerintah pernah merelokasi warga ke salah satu Kabupaten di Luwu Tengah, tapi mereka kembali ke sini," ungkap dia sembari berharap agar warga bisa memetik hikmah dari bencana longsor ini.

Sementara itu, aparat kepolisian dari Kepolisian Resor Kota Palopo terus mencari warga yang hilang. Sampai pukul 17.08 Wita, aparat telah menemukan satu korban tewas di sebuah kali tak jauh dari lingkungan To`jambu, yakni kilometer 13 Kelurahan Battang Barat. Kondisi korban cukup mengenaskan karena dievakuasi dengan menggali tumpukan tanah longsor.

Selain itu, warga juga menemukan potongan paha tak jauh dari korban tersebut. "Identitas korban masih ditelusuri," kata Kepala Kepolisian Resor Kota Palopo Ajun Komisaris Besar Polisi Mustaring. Ia mengaku akan melakukan pencarian hingga beberapa hari ke depan.

Minggu (8/11) malam, terjadi bencana banjir dan mengakibatkan longsor di lingkungan To`jambu, Kelurahan Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo. Sebanyak 13 orang jadi korban, sepuluh di antaranya tewas dan tiga hilang.

TRI SUHARMAN

Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2009/11/10/058207563/Dewan-Palopo-Minta-Korban-Longsor-Direlokasi

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Kata Alimuddin Nur

Jadwal Shalat

jadwal-sholat

Ikuti di Twitter

Suka di Facebook

- Copyright © 2013 Ir. Alimuddin Nur | Calon Walikota Palopo - Di Dukung Oleh Vote Indonesia -